Fakta Menarik Dari Ratu Cleopatra

Fakta Menarik Dari Ratu Cleopatra


 Benua Afrika memiliki sejarah kuno pria dan wanita hebat yang pernah menaklukkan dunia dengan menciptakan penemuan-penemuan awal dan pendekatan karismatik terhadap kehidupan serta pertempuran heroik yang diperangi dan dimenangkan untuk melindungi tanah airnya. Ada banyak kisah yang melekat pada peradaban awal periode Zaman Batu Afrika dan penguasa besar lainnya dari zaman Alkitab di tanah Mesir. Begitulah keseluruhan cerita tentang Cleopatra yang memiliki hubungan ilahi dengan dunia dan kisah-kisah panjang Firaun Mesir.


 Sosok Cleopatra sang ratu Mesir seakan telah kabur karena diselimuti fakta dan mitos sekaligus. Hal yang wajar sebenarnya, mengingat alur hidup sang ratu yang seakan mirip dongeng.

Berikut Fakta dan Informasi Menarik Tentang Ratu Termasyur Ini.

1. Cleopatra naik ke tahta Mesir pada usia 18 tahun, bersama dengan adiknya Ptolemy XIII, yang berusia sekitar 10 tahun.

2. Dia terpaksa meninggalkan Mesir setelah dihasut oleh penasihat adiknya, untuk kemudian melarikan diri ke Suriah. Cleopatra lantas memperoleh kekuasaannya kembali dengan bantuan tentara bayaran, kembali ke Mesir untuk mengklaim tahta yang diambil begitu saja darinya.

3. Cleopatra juga meminta bantuan Julius Caesar untuk memulihkan kekuasaannya sebagai ratu.

4. Cleopatra melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Ptolemy Caesar, di mana rakyat Mesir memanggilnya Caesarion.

5. Setelah kematian Julius Caesar, kubu Cleopatra semakin kuat setelah anaknya menjadi penguasa muda.

6. Cleopatra memainkan peran penting dalam membantu tiga serangkai (Oktavianus, Mark Antony, dan Lepidus) mengalahkan pembunuh Caesar, Cassius dan Brutus.

7. Setelah Cleopatra mengirimkan empat legiun Romawi untuk membantu tiga serangkai dalam pertempuran melawan duo jahat Cassius dan Brutus, dia dipanggil ke kota Tarsus oleh Mark Antony untuk membahas perannya dalam membantu tiga serangkai selama pertempuran Filipi, yang pada akhirnya mereka menangkan.

8. Ketika bertemu dengan Mark Antony, dikatakan bahwa Cleopatra mengenakan jubah Isis. Antony akhirnya jatuh tersihir, meninggalkan istri ketiganya, Fulvia, dan tiga anaknya di Roma, untuk kemudian kembali ke Mesir bersama Cleopatra.

9. Cleopatra melahirkan anak kembar saat Antony kembali ke Roma. Kedua anak tersebut dinamakan Cleopatra Selene dan Alexander Helios.

10. Mark Antony telah bersumpah untuk melindungi tahta Cleopatra dan mengamankan pemerintahannya di Mesir, serta berjanji mengenyahkan adik perempuan dan saingan Cleopatra, Arsinoe, yang sedang berada di pengasingan.

11. Sementara sejarah mencatat ketidaksetiaan Mark Antony, Cleopatra tetap tinggal di sisinya bahkan ketika Antony menikahi saudari tiri Oktavianus, Octavia, untuk menjaga perdamaian.

12. Mark Antony menyatakan putra Caesar, Caesarion, sebagai penguasa yang sah, menentang keinginan Oktavianus untuk menjadikan anak angkatnya sebagai pewaris. Perang dengan demikian terjadi antara Oktavianus melawan Cleopatra dan Mark Anthony.

13. Mark Antony bunuh diri setelah mendengar informasi yang salah tentang kematian Cleopatra. Informasi yang salah ini membuat Antony mengambil nyawanya sendiri menggunakan pedangnya.

14. Mendengar kematian Antony, Cleopatra juga melakukan bunuh diri dengan membiarkan ular berbisa menggigit dirinya.

15. Karena anak Cleopatra masih terlalu muda untuk membela diri atau mengambil alih tahta, dia kemudian dieksekusi pasca penangkapannya oleh Oktavianus.


Age cannot wither her, nor custom stale
Her infinite variety; other women cloy
The appetites they feed, but she makes hungry
Where most she satisfies..
– William Shakespeare for Cleopatra in Antony and Cleopatra

 Selanjutnya kita simak sekilas tentang kisah Cinta Ratu Cleopatra dan Mark Antony, "Antony and Cleopatra" adalah karya sastra tragedi, roman, dan komedi yang ditulis oleh William Shakespeare.

 Karya sastra ini berkisah tentang hubungan Mark Antony (Marcus Antonius) dan Cleopatra yang dimulai dari Perang Parthia hingga peristiwa bunuh diri Cleopatra.

 Cleopatra dilahirkan tahun 69 SM dan merupakan satu-satunya penguasa Ptolemaic yang belajar bahasa Mesir. Dia tidak hanya menarik tapi juga memiliki pesona menggoda yang digunakan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

 Cleopatra memiliki hubungan dengan dua jenderal besar Romawi – Julius Caesar dan Mark Antony, dan ditakdirkan menjadi penguasa terakhir dari dinasti Ptolemeus I. Meskipun berkuasa di Mesir, Cleopatra VII bukan orang Mesir, tetapi keturunan Makedonia.

 Dia tidak hanya dikenal karena kecantikannya, tetapi karena kecerdasannya juga. Cleopatra diyakini fasih dalam hampir selusin bahasa dan seorang ahli matematika yang terampil. Dia juga seorang pemimpin brilian yang dikenal piawai memikat laki-laki utuk mencapai keinginannya.

Bagaimana Kisahnya Dimulai ?

 Cleopatra merupakan ‘wanita simpanan’ Julius Caesar. Mereka memiliki seorang putra yang diberi nama Caesarion. Setelah pembunuhan Caesar, Mark Antony meminta Cleopatra hadir ke kota Tarsus untuk membahas aliansi Roma dengan Mesir.

 Ketika bertemu Cleopatra yang mengenakan jubah Isis, Antony tersihir oleh kecantikannya dan memutuskan menikahinya meskipun Antony sudah menikah dengan Fulvia. Ketika Fulvia mengetahui perkawinan suaminya dengan Cleopatra, dia lantas segera mengkonfrontasi Octavianus, melakukan begitu rupa sehingga seolah-olah dia melakukannya atas nama Antony.

 Dalam upaya untuk mengikat hubungan dengan Octavianus, Antony menikahi adik Oktavianus, Octavia Minor, tetapi kemudian meninggalkannya setelah meragukan loyalitas Oktavianus, untuk kemudian kembali ke Cleopatra.

 Cleopatra tidak bereaksi atas ‘perselingkuhan’ Antony (meskipun mengetahui hal ini dua minggu sebelum melahirkan anak kembar mereka), dengan tetap tinggal di sisi Antony saat berperang melawan Octavianus.

 Atas sikap setia yang ditunjukkan Cleopatra, Antony mengikrarkan kesetiaan dan cintanya kepada Cleopatra di tengah-tengah berkecamuknya konflik.

Octavianus yang Haus Perang

 Cleopatra dan Mark Antony adalah orang yang setia kepada Caesar. Mereka pernah bertemu sebelumnya selama pemerintahan Caesar.

 Pernikahan mereka mempererat hubungan antara Roma dan Mesir, di mana Antony kembali ke tanah Cleopatra setelah pernikahan mereka. Octavianus, saingan Antony, semakin khawatir terhadap kekuatan Cleopatra dan Antony.

 Lebih lagi, Octavianus amat marah mengetahui Antony memberikan sebagian wilayah Timur Tengah yang meliputi Mesir, Siprus, Kreta dan Suriah, sebagai hadiah pernikahan. Cleopatra, bersama dengan Caesarion, kemudian menjadi penguasa wilayah tersebut.

 Octavianus, yang merupakan keponakan dari Julius Caesar, lantas menyatakan perang terhadap Antony pada tahun 31 SM yang berlangsung di Actium, Yunani.

Akhir Tragis Kehidupannya

 Antony dan Cleopatra bergabung dalam pertempuran, namun terpaksa harus mengakui keunggulan Octavianus. Pada pertempuran, pasukan mereka sempat dibuat cerai berai oleh Octavianus.

 Antony kemudian kembali ke medan perang tak lama setelah itu, namun mendengar berita menyesatkan tentang kematian Cleopatra. Mengira kekasihnya telah tewas, Antony lantas bunuh diri menggunakan pedangnya sendiri.

 Mendengar kematian Antony, Cleopatra begitu berduka dan memutuskan ikut mengakhiri hidupnya dengan membiarkan ular berbisa menggigit dirinya. Anak Cleopatra, Caesarion, kemudian diangkat sebagai Firaun oleh para pendukungnya, namun kemudian ditangkap dan dieksekusi atas perintah Octavianus.
Baca Juga

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakta Menarik Dari Ratu Cleopatra"

Posting Komentar